Wajib Tahu! Inilah 4 Mitos Mengenai Psikotes

Wajib Tahu! Inilah 4 Mitos Mengenai Psikotes

Salah satu syarat melamar kerja di sebuah perusahaan adalah psikotes. Hampir semua perusahaan menggunakan cara tersebut saat proses seleksi pegawai. Tentu tiap perusahaan mempunyai standar yang berbeda tentang psikotes ini. Hal tersebut menjadi momok buat para pelamar, karena hasil dari psikotes menjadi acuan buat perusahaan dalam mengangkat pegawai. Nah, supaya kamu bisa melewati psikotes dengan baik, simak dulu 5 mitos tentang psikotes di bawah ini.

Harus menggambar pohon yang berbuah

Ada kalanya kamu harus menggambar sebuah pohon untuk melihat profil kepribadianmu. Tes tersebut akrab dikenal sebagai Tes Baum atau DAT (draw a tree). Banyak orang menyarankan kalau menggambar pohon harus ada buahnya. Ada juga trik dan tips yang menyarankan menggambar pohon harus melihatkan akar yang kuat, daun yang rindang, dan berbagai arahan lainnya agar kepribadianmu terlihat ideal dan bagus.

Hal tersebut malah akan menjadi bumerang buat kamu saat kamu melakukan tes wawancara. Karena kepribadian yang kamu tunjukkan saat Tes Baum nggak sesuai dengan yang kamu tunjukkan saat wawancara. Jadi, baiknya kamu menggambar apa adanya sesuai persepsi diri kamu sendiri ya.

Nggak lolos psikotes tanda kurang cerdas

Hasil psikotes memang menjadi salah satu acuan perusahaan dalam menerima pegawai. Tapi saat kamu nggak lolos psioktes bukan berarti kamu gagal, kurang cerdas, atau nggak cukup baik. Persoalannya hanya soal cocok atau nggaknya kamu di posisi tersebut. Bisa saja hasil psikotesmu lebih condong ke arah kreatif saat kamu melamar di bagian keuangan. Maka dari itu, kenali diri kamu lebih jauh dan ketahui bidangmu. Tentu saja perusahaan akan memimilih orang yang sekiranya cocok atau ideal buat mengisi sebuah posisi atau jabatan.

Baca Juga:  Tips Menghadapi Cewek PMS

Berlatih dan belajar psikotes buat hasil maksimal

Pasti banyak dari kamu yang menemui buku-buku soal psikotes di toko buku. Memang nggak ada salahnya sih buat latian mengerjakan soal-soal psikotes. Namun yang perlu diingat, psikotes bukan mengukur kecerdasan atau kepintaran kamu melainkan kepribadian dan keadaan diri kamu. Jadi nggak perlu deh mengada-ada atau membuat-buat kepribadian yang sama sekali bukan berasal dari diri kamu.

Tes Pauli, makin banyak angka yang dihitung makin bagus

Tes Pauli atau tes koran menguji ketahanan kerja seseorang. Mengerjakan tes ini cukup mudah, kamu tinggal menjumlahkan angka yang ada di kertas sesuai tenggat waktu yang ditetapkan oleh instruktur. Banyak orang yang percaya kalau makin banyak angka yang dihitung dalam satu sesi, hasilnya juga semakin bagus. Tapi sebenarnya, yang dilihat dari tes ini adalah ketahanan dan konsistensimu. Bagus memang kalau kamu bisa menjumlah angka dalam jumlah banyak, asal kamu tetap konsisten dan stabil sampai seluruh sesi selesai. Kalau hasil penjumlahanmu nggak konsisten dimana pada satu sesi kamu berhasil menjumlah banyak namun menurun pada sesi-sesi berikutnya, hal itu malah akan menjadi nilai negatif buat kamu.

Hal terpenting saat akan menghadapi psikotes adalah tidur dan makan yang cukup. Tentu kamu nggak mau kondisi badanmu drop saat menghadapi psikotes karena berlatih soal-soal sampai larut malam. Saat badan kamu fit, kamu bisa lebih fokus dalam berpikir dan mengerjakan soal psikotes. Jangan lupa berdoa dan percaya pada diri sendiri ya.