Apa itu Polifagia, dan Bagaimana Mengatasinya?

Apa itu Polifagia, dan Bagaimana Mengatasinya?

Mungkin Anda sedang bertanya-tanya, apa itu polifagia? Istilah ini jarang sekali terdengar bila dibandingkan dengan induk penyakitnya sendiri. Menurut kosakatanya, polifagia berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas dua suku kata; poli (yang berarti banyak) dan fago (yang berarti makan). Secara umum, polifagia bisa diartikan sebagai suatu gejala kelainan sistem metabolisme pada kondisi tertentu dimana penderitanya mengalami rasa lapar yang berkelanjutan sehingga menyebabkan dirinya mengkonsumsi makanan secara berlebih.

Hal ini disebabkan menyusutnya kadar kalori dalam tubuh yang dikeluarkan lewat saluran air kemih dalam jumlah yang cukup besar, sehingga penderita akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Akibatnya si penderita akan mengalami rasa lapar yang dahsyat dan terjadi secara kontinyu (terus menerus) sehingga menuntutnya untuk lebih sering mengkonsumsi makanan tanpa henti. Gejala ini biasanya ditemui pada sebagian besar orang yang menderita penyakit gula atau diabetes mellitus. Seperti yang sudah diketahui, diabetes (atau istilah masyarakat kita menyebutnya kencing manis) merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah meningkatnya kadar gula di dalam darah akibat kurangnya hormon insulin.

Pengertian Polifagia

Meskipun tidak banyak ditemukan artikel yang menjelaskan secara terperinci mengenai apa itu polifagia, namun secara garis besar gejala ini merupakan awal dari tanda-tanda serangan penyakit diabetes. Kelainan ini biasanya muncul bersamaan dengan dua gejala lainnya, poliurie serta polidipsi, sehingga seringkali disebut sebagai gejala 3P. Selain kerap mengalami rasa lapar yang luar biasa, ciri-ciri lainnya adalah si penderita akan mengalami keluhan pada pandangannya (buram atau kabur), seringkali merasakan pusing-pusing, mual dan berkurangnya daya tahan tubuh ketika tengah melakukan suatu kegiatan, terutama saat berolah raga.

Baca Juga:  Kesalahan Yang Sering Dilakuan Saat Diet & Menurunkan BB

Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa gejala ini bisa menyerang siapa saja, namun rata-rata usia yang rentan terserang 3P adalah pada saat memasuki usia empat puluh tahun ke atas. Oleh sebab itu, ada baiknya sejak dini kita harus rajin berkonsultasi dan memeriksakan kadar gula dalam darah agar bisa terdeteksi secepatnya. Selain itu, hindari terlalu banyak mengkonsumsi makan-makanan yang mengandung gula buatan. Jika Anda penggemar rasa manis, lebih baik perbanyak mengkonsumsi buah-buahan sebagai sumber pemanis alami.

Kini Anda sudah mengetahui sedikit tentang apa itu polifagia. Dengan demikian, pastikan Anda selalu menjaga pola hidup, termasuk dalam urusan makan, sebagai persiapan dalam mengantisipasi resiko terjadinya kelainan pada intensitas jumlah asupan makanan Anda sehari-hari. Bila sudah begitu berarti Anda telah berjuang untuk menghindari salah satu jenis penyakit yang paling mematikan di dunia, yang bernama diabetes.