Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Lifestyle / Kiat Menggapai Kebahagiaan Dunia dan Akherat

Kiat Menggapai Kebahagiaan Dunia dan Akherat

/
/
/
17 Views

Seperti anak sekolah dia punya cita-cita untuk dirinya. Seorang pelajar mempunyai cita-cita sebab mengerti hakekat ketika ditempa di sekolahan. Dia punya pandangan hidup sekolah berdasarkan kurikulum dan jurusan yang dipilih. Dari pandangan hidup kurikuler itu muncul satu hasrat cita-cita.

Begitu pula manusia secara umum yang mempunyai status makhluk individu dan makhluk sosial. Artinya, baru dikatakan makhluk individual sempurna saat memiliki hasrat perjuangan khusus terhadap kebaikan dirinya.

Sebagaimana makna sempurnanya sebagai makhluk sosial saat ia pandai dalam berhubungan dengan masyarakat dalam bentuk interaksi sosial.

Hasrat perjuangan khusus terhadap kebaikan dirinya ialah dengan mewujudkan cita-cita. Seperti layaknya orang berpandangan hidup Islami pasti memiliki cita-cita mulia. Apalagi setelah pikiran dan hati diproses keras sampai kepada tingkat pengabdian seorang hamba kepada Allah Sang Maha Pencipta.

Dengan pengabdian tersebut, maka di dalam hati memiliki cita-cita hasrat besar karena transaksi agung antara seorang hamba dan Tuhan-nya, dengan cita-cita hidup damai baik di dunia dan akherat. Dunia yang sekarang sebagai alat untuk mewujudkan cita-cita langgeng di akhirat. Hasrat cita-cita semakin kuat saat proses kemarin sangat kuat dan betul-betul mempengaruhi laju pikiran dan hati.

Cita-cita hanya tinggal angan-angan bila tidak disertai usaha keras untuk mewujudkan. Cita-cita bersifat ukhrawiyah, artinya bentuk usaha itu ialah meningkatkan ibadah dan pemahaman-pemahaman lain. Misalnya pemahaman masalah hidup sesudah mati yang terangkum pada hari kebangkitan, juga dapat menguatkan cita-cita semakin terwujud, sebab mengetahui pembahasan hal ini, jalur-jalurnya, laragannya dan lain-lain sehingga cita-cita sesuai dengan yang dijanjikan Allah SWT.

Adapun langkah-langkah selanjutnya demi mewujudkan kebaikan dunia dan akhirat dengan nilai keseimbangan fifty-fifty, adalah masih banyak jalur-jalur yang ditempuh. Yang penting kekuatan akal dan hati mendukung, maka cita-cita itu semakin dekat. Misalnya pikiran yang mendukung sesuai perjalanan proses kerangka filosofis akal dan hati, dimana akhirnya hati masuk dalam keimanan yang kuat.

Baca Juga:  Tips Mendekati Wanita Paling Efektif dan Langsung Direspon Positif

Semoga kita semua selalu dibekali Allah pengetahuan dalam iman dan ihsan agar cita-cita hidup bahagia di dunia dan akherat bisa tercapai.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner