Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
img
Home / Fashion / Sejarah Kemeja Yang Belum Banyak Diketahui

Sejarah Kemeja Yang Belum Banyak Diketahui

/
/
/
172 Views

Jika berbicara tentang sejarah kemeja, mungkin masih ada hal-hal yang belum banyak Anda ketahui mengenai. Untuk anda yang belum mengetahui tentang asal usul adanya kemeja maka membaca artikel tentang sejarah kemeja ini akan menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang kemeja. Apalagi jika Anda termasuk Pria yang sangat suka  dengan kemeja, maka Anda wajib mengetahuinya.

Seperti telah kita ketahui, bahwasanya kemeja adalah satu jenis pakaian yang sering menjadi pilihan kebanyakan orang entah itu pria atau pun wanita. MEmakai kemeja sudah menjadi gaya hidup pria dan wanita. Kemeja juga seing kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti pergi bekerja ke kantor, kuliah, ke kondangan dan masih banyak yang lainnya. Bahkan kita memakai kemeja hampir setiap hari dulu pada saat masih sekolah dari TK hingga SMA. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang Sejarah Kemeja. Karena dalam pembahasan ini tentang sejarah kemeja ini akan sangat panjang maka GHP akan mengelompokannya menjadi lima poin yaitu:

  1. Apa Itu Kemeja
  2. Sejarah Awal Mula Adanya Kemeja
  3. Sejarah Kemeja Flanel
  4. Sejarah Kemeja Kotak-Kotak
  5. Jenis-Jenis Kemeja
  6. Perkembangan Kemeja

Itulah empat poin yang akan kita bahas dalam sejarah kemeja pada kesempatan kali ini.

1. Apa itu kemeja?

Sebelum mebahas lebih jauh tentang sejarah kemeja, mari kita bahas apa yang dimaksud kemeja, kemeja itu apas sih? Kemeja memiliki arti yaitu pakaian dengan ciri khas berkerah pada bagian leher, memiliki lengan panjang atau pendek, berkancing dari atas sampai bawah dan memiliki kantong/saku di salah satu sisi  atau kedua sisinya. Menurut wikipedia Kemeja diambil dari bahasa Portugis yaitu camisa. Camisa adalah sebuah baju atau pakaian atas, terutama untuk pria. Pakaian ini menutupi tangan, bahu, dada sampai ke perut. Nama lainnya adalah kamisa, yang masih dekat dengan bentuk aslinya; blus, dari bahasa Perancis, terutama untuk wanita dan hem dari bahasa Belanda.

2. Sejarah Awal Mula Adanya Kemeja

Sejak zaman dulu, baju kemeja khususnya kemeja putih dikenal dengan pakaian para bangsawan. Dalam sebuah buku Men’s Wardrobe seri Chic Simple disebutkan bahwa para bangsawan Eropa pada abad ke 17 biasa menggunakan kemeja  putih yang dihias renda pada bagian dada dan lengan. Mereka juga biasa tampil dengan kemeja putih pada saat mengenakan busana tuxedo, busana yang berasal dari kalangan bangsawan Inggris.

Sampai pada akhir abad ke 19 kemeja putih dianggap paling elegan. Dulu pria yang memakai kemeja putih dianggap kaya karena memiliki uang untuk sering berganti kemejanya dengan yang putih bersih. Kemeja putih dianggap sebagai busana pria yang berkerja di tempat bersih.

3. Sejarah Kemeja Flanel

Kemeja flanel merupakan salah satu model kemeja yang paling disukai oleh pria. Jenis kemeja flanel merupkan gaya style yang abadi. Trend yang tiada henti hingga saat ini. Kemeja flanel bisa dikombinasikan dengan jeans dan sneakers atau sepatu boots. Atau dipakai sebagai luaran, dipadukan dengan t-shirt di bagian dalamnya.

Dahulu Kemeja flanel identik dengan para pekerja keras yang turun langsung di lapangan. Dipakai oleh orang-orang yang berada di garis depan dan bersentuhan langsung dengan objek pekerjaan di lapangan.

Hal ini tidak lepas dari asal-usul ditemukannya pakaian berbahan flanel ini. Kemeja flanel memiliki rekam jejak yang panjang dan menarik. Menurut sejarah Kata flanel berasal dari bahasa Wales, yaitu gwlanen, yang artinya “bahan wol”.

Dalam sejarah, flanel tercatat ditemukan pada awal abad ke-16 di Wales, dengan sebutan flannelette. Pada saat itu para petani memakai pakaian hangat yang agak tebal untuk melindungi diri mereka dari cuaca dingin dan rerantingan pohon.

Berikut Ini Fakta-Fakta Tentang Sejarah Kemeja Falnel

Di Perancis, istilah flanelle dipakai di akhir abad ke-17. Dan pada awal abad ke-18, di Jerman menyebutnya flanell. Dalam bahasa Inggris ditulis flannel. Awalnya flanel diproduksi secara tradisional dan rumahan. Dibuat dari benang wol yang di-garuk pada proses finishing-nya.

Di abad ke-18, sejalan dengan adanya Revolusi Industri, terjadi perubahan besar-besaran di dalam praktisi industri. Flanel mulai di produksi secara massal dan menjadi produk pabrikasi.

Mengikuti perkembangan jaman, dan mempertimbangkan biaya bahan baku yang tinggi, bahan wol lambat laun mulai digantikan dengan serat kapas (cotton), campuran sutera, dan serat sintetis.

Baca Juga:  7 Gaya Berpakaian Cowok Ini Malah Bikin Cewek Illfeel

Pada tahun 1889, seorang asal Michigan, Amerika Serikat, yaitu Hamilton Carhatt (1855-1937) mendirikan perusahaan yang dinamakan Carhatt. Carhatt mengklaim sebagai yang pertama kali menemukan kemeja berbahan flanel, termasuk motif kotak-kotak yang terinspirasi dari Kilt, pakaian tradisional Skotlandia.

Carhatt berusaha untuk menciptakan pakaian tahan banting, yang nyaman dipakai, namun tetap berkarakter, untuk para pekerja lapangan yang aktif. Pada awalnya mereka membuat pakaian flanel ini untuk para engineers yang bekerja di jalur kereta api.

Pada awal abad ke-20, flanel tidak hanya diproduksi untuk cuaca dingin, tetapi mulai disesuaikan dengan musim-musim yang ada. Dengan memaksimalkan pencampuran kapas (cotton) dengan sutera, flanel kini menjadi lebih tipis dan ringan. Sehingga kemeja flanel dapat digunakan di cuaca yang hangat.

Di abad yang sama, flanel masuk ke Amerika Utara. Flanel dengan motif kotak-kotak diidentikkan dengan para pekerja kasar, pekerja lapangan, terutama petani, gembala, pekerja tambang, penebang pohon, dan mereka yang bekerja di luar ruangan. Daya tahan dari bahan flanel, kemudahannya untuk dicuci, dan juga kehangatannya, memungkinkan mereka bebas bergerak dan bekerja dalam jangka waktu yang lama di dalam suhu yang dingin. Sejak saat itu, para penebang pohon identik dengan kemeja flanel dan sepasang sepatu boots.

Pada saat Perang Dunia I pecah di tahun 1914, flanel digunakan sebagai seragam dan selimut di medan pertempuran. Dan juga digunakan sebagai bahan alternatif pengganti perban di rumah sakit. Dan ketika perang berakhir, dunia berubah. Perbedaan antar-kelas di masyarakat menjadi bias. Selama Great Depression yang datang mengikuti Perang Dunia, kemeja flanel yang pada mulanya identik dengan kalangan kelas bawah, lambat laun naik kasta dan menjadi milik seluruh lapisan sosial. Pada masa ini pula, kemeja flanel diidentikkan dengan kelaki-lakian.

Pada tahun 1939, Red Flannel Day mulai dilaksanakan secara rutin di Cedar Springs, Michigan, setelah kota tersebut menjadi terkenal di seluruh negeri karena memproduksi sweater berbahan flanel warna merah. Kota ini masih merayakan Red Flannel Festival sampai sekarang, jatuh pada weekend terakhir di bulan September dan weekend pertama di bulan Oktober.

Pada tahun 1963, The Beach Boys kembali membuat kemeja flanel ini terkenal, setelah mereka berpose mengenakan kemeja flanel sambil mengangkat papan luncur untuk cover album mereka, “Surfer Girl”.

Di awal 1990-an, group band asal Seattle, Nirvana (yang di motori oleh Kurt Cobain) dan Pearl Jam mempopulerkan kembali kemeja flanel dengan motif kotak-kotak. Masa keemasan grunge saat itu ditandai dengan perubahan pola berpakaian di kalangan anak-anak muda. Tidak ada lagi jaket kulit yang sempat berjaya oleh kalangan glam rock. Trend beralih, mereka beramai-ramai mengenakan kombinasi kemeja flanel, jeans, dan sepatu boots juga sneakers.

4. Sejarah Kemeja Kotak-Kotak

Tidak sedikit orang beranggapan bahwa kemeja kotak (plaid shirt) sama dengan kemeja flanel (flannel shirt). Padahal kedaua kemeja tersebut sangat berbeda. Flanel merupakan salah satu jenis bahan (fabric). Sedangkan kotak (atau plaid) adalah motif atau corak (pattern). Jadi jangan lagi menganggap semua kemeja kotak-kotak itu kemeja flanel.

Pada zaman dulu motif kemeja Kotak-kotak atau plaid selalu diidentifikasikan sebagai pemberontakan dan kebebasan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah motif kotak-kotak itu sendiri.

Motif kotak-kotak (plaid) pada awalnya di kenal dengan nama Tartan yang dijumpai pada kilt yang dipakai oleh orang-orang Skotlandia. Kilt adalah pakaian selutut, merupakan pakaian tradisional penduduk dataran tinggi Skotlandia pada abad ke-16. Pada saat itu kilt dibuat menggunakan bahan dasar wol. Sejak abad ke-19, kilt mulai dipakai oleh penduduk Skotlandia secara umum. Dan kemudian suku Celtic (atau Gaelic secara spesifik), membawa kilt ini lebih luas lagi, sehingga menjadi warisan budaya mereka. Pada saat itu sudah menjadi hal yang umum untuk pakaian dengan bahan wol menggunakan corak tartan.

Istilah Tartan ditemukan dalam sejarah pada tahun 1538, ketika King James V membelikan istrinya sebanyak tiga ells (ells merupakan satuan panjang yang dipakai pada saat itu) kain Heland Tartan. Kemudian di tahun 1587, Hector Maclean (salah satu pewaris keluarga Duart) dibayar dengan enam puluh ells kain berwarna putih, hitam dan hijau. Warna-warna tersebut menjadi warna tradisi Maclean pada saat berburu.

Baca Juga:  Cara Memilih Jaket Kulit Bekas

Seorang saksi mata dari Pertempuran Killecrankie tahun 1689 menggambarkan McDonnells sebagai kesatria yang mengenakan pakaian motif tiga garis. Akan tetapi bukti positif pertama dari keberadaan dari apa yang sekarang kita sebut ‘Tartan’, ditemukan pada sebuah ukiran kayu Jerman, di sekitar tahun 1631 yang diduga menggambarkan tentara bayaran Highland bersama tentara Gustavus Adolphus. Dengan jelas digambarkan merekan mengenakan kilt bermotif tartan.

Berikut Ini Fakta-Fakta Tentang Sejarah Kemeja Kotak-Kotak

  • Setelah Pertempuran Culloden berakhir pada tahun 1746, motif kotak-kotak (plaid) ini dilarang (banned) selama 4 dekade oleh pemerintah Inggris karena di cap sebagai seragam para pemberontak Skotlandia.
  • Tahun 1850, Woolrich, sebuah perusahaan dari Pennsylvania, meluncurkan kemeja Buffalo Check dengan motif kotak-kotak dengan dua warna. Kemeja ini masih dijual sampai sekarang.
  • Tahun 1914, William Laughead, seorang copywriter, memperkenalkan sosok penebang kayu yang menjadi pahlawan rakyat yaitu Paul Bunyan dalam serangkaian pamflet untuk Red River Lumber Company. Legenda Bunyan telah diabadikan dalam kartun, patung, dan taman bermain.
  • Tahun 1939, Red Flannel Day dimulai di Cedar Springs, Michigan, setelah kota itu menjadi terkenal karena memproduksi sweater flanel berwarna merah. Kota ini masih menyelenggarakan festival besar Red Flannel pada weekend terakhir bulan September sampai dengan weekend pertama di bulan Oktober.
  • Pada tahun 1963, The Beach Boys membuat kemeja flanel kotak-kotak Pendleton menjadi terkenal setelah memakainya di cover album “Surfer Girl.”
  • Awal tahun 1970-an, John Fogerty ujung tombak dari rock band Creedence Clearwater Revival mempopulerkan kemeja flanel kotak-kotak. Dan kemudian menjadi ciri khas Fogerty sampai saat ini.
  • Pada tahun 1974, perusahaan Georgia-Pacific dari Atlanta, Amerika Serikat meluncurkan produk kertas tissue (paper towels) dengan merk Brawny. Mereka memakai gambar seorang pria berkumis yang mengenakan kemeja kotak sebagai ikon dari Brawny, yang kemudian popular dengan sebutan The Brawny Man. Pada tahun 2002, Georgia-Pacific memutuskan untuk mengganti ikon Brawny dengan wajah yang lebih fresh. Akan tetapi kemeja kotak tetap melekat pada ikon baru ini.
  • Tahun 1978, dalam usahanya menjadi kantor gubernur Tennessee, senator Lamar Alexander berjalan sepanjang 1.000 mil di seluruh negara bagian Amerika Serikat dengan memakai kemeja flanel kotak-kotak merah dan hitam. Lamar berhasil menjadi gubernur selama 8 tahun. Kemeja flanel merah hitam menjadi trademark Lamar Alexander pada saat itu.
  • Tahun 1979, film “The Dukes of Hazzard” pertama kali ditayangkan di CBS. Setelah film itu diputar, para pria mulai meminjamkan kemeja kotak-kotak mereka untuk dipakai para istri dan kekasihnya.
  • Tahun 1990, perlombaan lari Red Flannel Run mulai diselenggarakan Des Moines, Iowa. Sampai saat ini, lebih dari 1.600 pelari yang berpakaian kotak-kotak mengikuti perlombaan ini setiap awal tahun.
  • Tahun 1990-an, kemeja kotak-kotak flanel kembali berkibar seiring dengan bersinarnya musik grunge yang diusung oleh band asal Seattle, Nirvana. Selain itu para musisi rock papan atas, seperti Axl Rose (Guns N Roses) dan Pearl Jam kerap kali mengenakan kemeja flanel kotak-kotak di konser musik mereka.

5. Jenis-Jenis Kemeja

Kemeja dibagi kedalam dua macam yaitu Kemeja Formal/Dress Shirt dan Kemeja Kasual/Casual Shirt.

Kemeja Formal/Dress Shirt

Dari namanya saja kita sudah tahu kalau kemeja ini di kenakan untuk acara-acara resmi atau formal. Kemeja formal didesain untuk dikenakan dengan jacket/blazer dan dasi. Selain itu bisa juga dikenakan tanpa keduanya. Dari desainnnya kemeja ini juga punya potongan yang berbeda jika dibandingkan dengan kemeja kasual.

Kemeja Kasual/Casual Shirt

Sebagus apapun bahan atau coraknya, jika kemeja pria memiliki lengan pendek berarti termasuk jenis kemeja kasual. Tetapi setiap kemeja panjang juga belum tentu termasuk jenis formal, bisa jadi termasuk kemeja kasual. Kemeja ini didesain untuk dikenakan dengan leher tak di kancingkan.

Berikut Ini Jenis Jenis Kemeja:

  • Camp shirt – kemeja lengan pendek atau blus sederhana dengan saku depan dan kerah kamping
  • Dress shirt – kemeja dengan kerah formal (agak kaku), umumnya dengan bukaan penuh dari bawah hingga kerah dan menngunakan kancing dan lengan dengan manset
  • Dinner shirt – kemeja khusus dibuat untuk dikenakan dengan pakaian malam laki-laki, misalnya dasi hitam atau dasi putih
  • Winchester Shirt – sebuah baju kemeja bergaris atau berwarna namun dengan kerah putih dan manset
  • Guayabera – sebuah kemeja bersulam (bordir) dengan empat saku
  • Poet shirt – kemeja longgar atau blus dengan lengan uskup penuh, biasanya dengan embel-embel besar di depan dan di manset
  • Polo SHIRT – lihat definisi & sejarah kaos di halaman lain dacostume.com
  • Baseball shirt – biasanya dibedakan oleh tiga perempat lengan, lencana tim, dan jahitan pinggang datar
  • Tunic – nama ini berasal dari bahasa Latin, tunika, umumnya dikenakan oleh laki-laki dan perempuan di Romawi Kuno, dibedakan oleh-sepotong konstruksi dua. Blus wanita berlengan dan berkelepai – istilah umum untuk korset dari gaun atau untuk blus atau kemeja wanita dari awal abad ke-19 melalui periode Edwardian
  • Night shirt – Pakaian ringan untuk tidur .
  • Sleeveless Shirt – Sebuah kemeja tanpa lengan. Disebut juga sebagai tank top
  • Halter top – yang tanpa lengan, produk konveksi tanpa lengan bagi perempuan. Biasanya menggunakan tali di bagian belakang leher dan di punggung bawah, seperti mengenakan apron
Baca Juga:  Tips Berpakaian Dengan Gaya Kasual Untuk Pria

6. Perkembangan Kemeja Saat Ini

Perkembangan bisnis fashion khususnya kemeja clothingan di Indonesia semakin pesat. Hal tersebut dipengaruhi oleh semakin berkembangnya internet yang berimbas pada semakin berkembangnya juga toko online kemeja clothingan. Saat ini masyarakat dari Generasi Z atau di bawah usia 40 tahun punya perbedaan mencolok dengan generasi yang lebih senior. Mereka berkomunikasi, berinteraksi, membaca, hingga belanja di lewat situs-situs internet. Baju Distro banyak di sukai oleh kalangan anak muda, Anak muda Kota Subang mulai ingin berbelanja lewat internet atau sering di sebut belanja online.

Dengan semakin berkembangnya internet juga membuat penyebaran informasi juga semakin cepat. Hal ini membuat model-model kemeja juga ikut berkembang. Saat ini kemeja yang paling banyak diminati yaitu:

  • Kemeja Flannel

Kemeja flannel sat ini banyak diminati para wanita maupun pria. Kemeja berbahan flanel ini sedang marak dan bahkan banyak pria maupun wanita ingin memilikinya. Kemeja flannel ini sudah marak pada tahun 90-an, kemeja ini terlihat fashionable dan juga keren. Banyak jenis kemeja flannel saat ini seperti western dan double pocket. Terlebih lagi untuk para wanita yang saat ini banyak bentuk kemaja yang dibuat oleh kemeja flannel yang itu kemeja crop kemeja crop tali depan dan masih banyak kemaja unik lainya untuk wanita dengan menggunakan bahan flannel kotak kotak. Flannel berbahan kotak kotak akan menjadi sorotan banyak orang karena terlihat keren dan kita memiliki penampilan yang baik.

  • Kemeja Batik

Kemeja batik biasanya lebih diminati oleh pria karena wanita tidak terlalu menyukai kemeja batik. Tetapi ada juga beberapa wanita menyukai kemeja batik, biasanya setiap pekerjaan mewajibkan untuk hari jum’at mengenakan kemeja batik agar dapat terlihat rapi dan juga kompak. Bahkan beberapa acara mengharuskan menggunakan kemeja batik itu sering kali kita jumpai. Bahkan setiap sekolah di indonesia juga memiliki baju batik.

  • Kemeja Denim

Kemeja bahan denim atau yang kita tau adalah jeans saat ini sedang marak di dunia bahkan di indonesia. Saat ini kemeja denim memiliki bahan tipis dan juga lentur dan nyaman digunakan sehari hari. Banyak warna yang dapat Anda pilih berbagai warna indigo.

  • Kemeja Formal Polos Putih Dan Hitam

Kemeja formal biasanya digunakan para lelaki untuk pergi ke acara formal ataupun ke kantor. Bahkan banyak orang saat ini memiliki kemeja formal untuk dikenakan ke acara acara tertentu. Tetapi saat ini banyak sekali orang menggunakan kemeja formal untuk berpergian seperti ke mall ataupun aktivitas lainya. Banyak jenis yang etrdapat dikemeja formal seperi untuk wanita yang memiliki bahan tipis. Maka itu kemeja formal yang identik hitam ataupun putih saat ini banyak di cari orang untuk penampilan nya.

  • Kemeja Korea

Tak diragujan lagi, dengan semakin berkembangnya kemjaua informasi di internet mempengaruhi trend gaya berpakaian di Indonesia. Kemeja korea ternyata berkembang pesat di Indonesia. Model kemeja ini memiliki penggemar yang tidak sedikit. Tak heran jika model kemeja ini kini banyak dicari dan di buru di toko kemeja online.

Itulah penjelasan mengenai sejarah kemeja yang belum banyak diketahui.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner